Just because you're not in my arms..doesn't mean you're not in my heart...
They told me to leave you if i wanna have the world. They don't know i already have the universe. You.
Cinta adalah memperhatikan dan memberi, tanpa berharap untuk diperhatikan dan diberi.
I love you more than I can say... I want you just believe.
Semakin sulit aku mendekatimu, disitu aku semakin tahu bahwa kau begitu berharga
Kalau kau bertanya, apa alasanku mencintaimu? Aku gak akan pernah bisa jawab, soalnya memang tak ada alasan.
Don't fight with the ones you love, fight for the ones you love!
If you like someone tell them, you never know if they feel the same way.
Cinta tak bisa dipisahkan oleh jarak, that's why I still love you...
Cinta itu seperti api, kita tidak tahu apa dia menghangatkan atau membakar kita.
Aku gak mau mati untukmu, tapi aku mau hidup untuk membahagiakanmu.
Dunia selalu berputar seperti roda, namun aku tak pernah merasakan perputarannya... Mungkin karena aku terlalu sibuk melambaikan tangan kelangit, sambil berkata "aku harap kamu ada disini.."
Setiap matahari mulai muncul dari ufuk timur, aku selalu berbicara dan menitipkan pesan I LOVE YOU untukmu melaluinya, agar ketika matahari membangunkanmu disana, kau bisa merasakan cinta dariku melalui hangatnya sinar matahari yang menyelimutimu..
Tuhan memberikan alasan kenapa untukku hidup didunia ini, tapi Tuhan tidak memberikan alasan untukku kenapa aku mencintaimu...
Dedicated to EKM
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Selasa, 23 November 2010
a lot....
Senin, 22 November 2010
isi pikiran seorang manusia biasa...hahaha
Wew…. Udah lama juga ga nyampah disini…hehe
Sorry2 banget saudaraku semua… baru ngeposting sekarang setelah sekian lama…hehe bisa dibilang, minggu ini bener2 minggu lagi ga bagus buat gw…hufft
Ya, seminggu ini gw uts, dengan jadwal yang bisa dibilang terkatung2 dan ga jelas…prĂȘt!
Ditambah ya… ada aja kejadian yang ga mengenakkan…. Ya dimarahin tanpa sebab yang pasti, diomongin ga jelas, sampe2 gw kayak dianggep sampah, mentang2 ga butuh gw ya jadinya begitu…
Gw sadar, gw bukan orang yang sempurna ya, gw juga bukan orang pinter, gw bukan artis, gw bukan presiden, gubernur, atau orang yang mempunyai jabatan tinggi, gw murni Cuma orang biasa kog… gw Cuma orang biasa yang selalu, terus dan terus mencoba untuk jadi yang terbaik bagi diri gw sendiri dan semua orang disekitar gw… gw orang biasa yang selalu mencoba untuk jadi luar biasa….
Hufft… ya itulah manusia, gw yakin, kalian juga pasti pernah merasakan apa yang namanya situasi yang tak mengenakkan buat kalian, (bahasa jermannya sih galau..haha :p) ya permasalahan pasti banyak, bahkan 4 terabyte kapasitas otak juga ga akan pernah cukup, buat mikirin problematika, semua masalah yang terjadi dalam kehidupan kita yang sebenernya hanya sementara ini…..
Seorang sahabat saya bilang…. "Kita ditakdirkan hidup, untuk menikmati hidup… bukan dinikmati oleh hidup!" Yang saya artikan : kita ditakdirkan hidup untuk membuat jalan cerita kita sendiri, bukan mengikuti cerita yang ada/ apa adanya….
Fiuuhh…haha logikanya memang iya kan? kita dilahirkan hari ini untuk besok, kita berpikir hari ini untuk besok… mau jadi apa kita? Apa yang akan terjadi besok ya apa yang kita pikirkan hari ini… Kalo kita berpikir kita mau jadi penjahat, ya kita jadi penjahat… kalo kita berpikir kita mau jadi orang baik? Ya kita bisa jadi orang baik… namanya juga hidup,, ada pilihan dan pasti ada resikonya…
Gw punya cita-cita… cita2 gw sebenernya pengen jadi dokter… makanya tulisan gw ancur #ngeles hehehe :D
cita2 gw sebenernya gw pengen nge-umrohin bokap nyokap gw pake uang dari keringet gw sendiri (ude pade haji duluan soalnye..heheh :p) gw pengen bisa ngebahagiain kedua orang tua gw, gw pengen bisa selalu melakukan sesuatu yang baik… kepada kedua orang tua gw, dan semua orang yang gw sayangin…
Gw pengen suatu saat nanti gw bisa menjadi orang tua yang baik, gw pengen bisa menjadi seorang suami yang baik, gw pengen nanti gw bisa menjadi ayah yang baik, seseorang yang selalu memikirkan kebahagiaan istri dan anak2 gw… seseorang yang akan selalu terus ada buat orang yang gw sayangin dan gw cintain… seseorang yang akan selalu siap,konsisten, sabar, dan tulus ada, menjaga, dan mendengarkan, dan berpura-pura ada dan mendengarkan andai kata gw udah ga bisa ada dan mendengarkan lagi….
Gw pengen jadi orang yang bener2 baik… dan selalu taat kepada Allah SWT.. gw pengen nanti menafkahi keluarga gw dengan rezeki yang halal… gw pengen nanti gw memiliki keluarga kecil yang bahagia, dan selalu taat kepada Allah SWT…. Gw berharap, gw mati sebagai orang yang benar2 baik… gw mati dalam keadaan terbaik… gw mati dengan tersenyum… dan selanjutnya hidup di kenangan orang-orang yang mengenang gw dan akan tersenyum dan menangis apabila bayangan gw ada didalam memorinya….
Bayangan masa2 ketika gw menjadi seorang anak yang baik oleh orang tua gw…
Bayangan masa2 ketika gw menjadi seorang pendengar dan teman yang baik oleh keluarga dan temen2 gw…
Bayangan masa2 ketika gw menjadi seseorang yang sangat berarti untuk semua orang yang gw sayangin…
Bayangan masa2 ketika gw menjadi suami, dan ayah yang baik oleh istri, dan anak2 gw nanti…
Amin Ya Allah…. :D
Sabtu, 13 November 2010
kesetiaan?
Beberapa minggu yang lalu, atau mungkin beberapa bulan yang lalu... sepintas saya pernah membaca suatu kalimat yang tampak jelas mempunyai makna yang dalam menurut saya...
Kalimat itu adalah..."Apabila nanti aku berjalan kaki, apa kamu masih mau berjalan bersamaku?"
Baru malam ini saya kepikiran lagi kata2 itu... Setelah saya berkeliling kota sendirian dari sore tadi... Sepanjang jalan, disekeliling banyak sekali dua sejoli yang tengah berbahagia, berdua, kencan... Entah mau pada kemana...ga peduli juga gw..hehe
Dengan sedikit gerimis, mereka tetap tampak asyik menikmati fenomena alam "malam mingguan" hahaha
yah walaupun episode malmingan sekarang gw jalan sendirian (lagi) tapi gw ga sirik lho...;p
Haha
Aight, to the point aja.... ya itu... Terlintas dipikiran saya, apa ya jawaban ceweknya kalo suatu saat mereka diberi pertanyaan itu oleh cowoknya? Atau sebaliknya?
Mungkin secara spontan orang yang diberikan pertanyaan itu oleh pasangannya, standar jawabannya pasti "ya...aku akan terus bersama kamu..."
Okay, saya yakin kalian pun banyak yang akan menjawab seperti ini kan kalo ditanya demikian oleh masing2 pasangan kalian?
simpel ya pertanyaannya, tapi kalo dipikir2 dalem lho itu, coba deh, kalo dibayangin dalam dunia nyata...
Contoh kasus simpelnya aja ya, semisal, waktu baru2 jadian, pacaranny enak nih, ya si cowoknya bermobil misalkan, ato pake motor bagus, ato sebaliknya si cewenya yang demikian... Jalan...jalan eh ga twnya setelah sekian lama nih, pasangan kalian mendadak "jatuh" ceritanya (amit2 ye) ya semisal yang tadinya pake mobil, trus masuk kaum orang "the have" sekarang cuma jalan kaki, trus duit juga pas2an...wah pokoknya 180 derajat dah!
Atau selain dari contoh kasus berbau "materi" diatas, ya misalkan (amit2 dah!) Tiba2 pasangan kalian jatuh sakit... Sakit parah, sehingga ga sekuat dulu... Ga sehebat sebelumnya (misalkan ye)
Gimana tuh?
Guys, disitulah diuji harga sebuah kesetiaan, apa kita akan tetap setia ada untuknya? Apapun kondisinya?
apa kita akan bisa bertahan sepenuh hati kita? Setulus hati kita?(lebay gini...ahaha tapi ya memang begini....)
Cuma hati kita yang bisa menjawab yang sebenarnya.....
Dan, dari situ, percayalah... Tuhan yang tahu seberapa besar nilai kesetiaan kita... Seberapa besar nilai kesungguhan hati kita... Untuk kita menyayanginya... Sama seperti Dia dan kedua Orang tua kita yang sekarang menyayangi dan mencintai kita.... Yang sekarang akan selalu ada, kapanpun, dimanapun, apapun kondisi kita...buat kita....
Haha, udah dulu ah! Semoga buah kegalauan gw malem ini ada makna yang baik buat kita semua...hehehe *sok bijak gini B)
Bye! selamat malam mingguan bagi yang melaksanakannya, dan selamat tidur bagi yang jomblo! *kesindir
Hahaa :D
Kamis, 11 November 2010
Tembok Berlin

saya yakin, ga hanya saya yang pernah mengalami situasi seperti ini, mencoba membenarkan/memperjuangkan hal yang menurut orang lain ga mungkin..
ya... itulah salah satu hal buah dari pemikiran manusia.. bahkan terkadang, semua hal yang kita pikirkan atau kita inginkan untuk kita sendiri, membutuhkan dukungan dari orang2 terdekat seperti keluarga, sahabat, teman, dll...
kadang hati dan pikiran manusia semakin tertutup untuk hal semacam ini, kita memang benar2 menginginkan membuktikan kepada dunia kalo kita mencintainya, walau sesulit apapun jalannya.. sesulit apapun rintangannya..karena saya yakin saya bisa, bukan atas dasar nafsu, tapi pemikiran dan hati yang jernih dalam berpikir dan bersungguh sungguh.
Only God know why... saya masih dalam proses memperjuangkannya... ya bahkan menurut saran dari orang terdekat saya, saya membutuhkan pemahaman, kesabaran dan kesetiaan tingkat tinggi untuk meraihnya..yeah!
pemahaman, kesabaran, dan kesetiaan. bukan hal mudah memang untuk dilakukan... ini semua memang perlu waktu, ini semua adalah perjuangan! and i still fight for this.. saya memang tidak mencarinya, tapi saya merasakan, saya sudah menemukannya. dan saya meyakini itu.
bukan hal mudah, tapi saya tahu, inilah ujiannya. dan dengan semua ini, saya tahu, dia begitu sangat berharga, dia benar2 tak ternilai, dia lebih berharga dari apapun.. she's mi desierto florecer. (gombal abiss..hahaha jijay)
saya selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa, agar semua yang saya lakukan ini, yang saya lakukan dibalik layar pikiran saya, yang saya lakukan untuk memperjuangkan semua ini... untuk yang terbaik dalam hidup saya.. semoga tidak akan pernah berakhir dengan sia sia.. saya harap semua akan menjadi yang terbaik.. with spirit! cause i know, I'm a fighter! yeah!
*backsound: kidrock - only God Knows Why*
Selasa, 09 November 2010
Jumat, 05 November 2010
TRUE HEROES
KOMPAS.com — Para petugas Pengamatan Gunung Merapi di saat bahaya erupsi ibaratnya seperti kapten sebuah kapal yang sedang tenggelam. Meski tahu tak ada yang bisa dicegah, para petugas itu pantang turun hingga detik terakhir. Bahkan, mereka tidak turun gunung sama sekali.
Ancaman awan panas bersuhu 600 derajat celsius dengan kecepatan sekitar 200 kilometer (km) per jam yang sewaktu-waktu bisa menerjang ke arah mereka seolah tak dihiraukan. Tentu, jika itu terjadi, dipastikan akan sangat sedikit waktu untuk mengelak.
”Kalau dibilang takut sih, ya jelas takut. Tetapi, kalau saya takut, bagaimana tugas memantau ini? Bekal saya cuma doa dan pasrah,” ujar Triyono (44), salah satu petugas di Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (1/11/2010).
Bapak tiga anak ini telah bertugas selama 20 tahun di pos yang hanya berjarak sekitar 7 km dari puncak Merapi itu. Sebagai gambaran, instansi berwenang menetapkan radius bahaya primer Merapi minimal 10 km dari puncak.
Tanggal 26 Oktober, kondisi Pos PGM Kaliurang sangat mencekam, seperti daerah sekitar Merapi lainnya. Suasana gelap menjelang malam itu dikejutkan dengan beberapa kali gemuruh dan letusan keras dari puncak yang diikuti gelombang awan panas yang bergulung-gulung ke arah selatan, tak jauh dari tempat Triyono bertugas.
Triyono tetap tenang dan menjalankan tugasnya mengengkol sirene zaman Belanda selama 2 jam untuk memperingatkan warga. Triyono juga tetap melaporkan pengamatan visualnya kepada kantor pusat selama proses erupsi berlangsung.
Setelah erupsi berjalan sekitar 3 jam, barulah ia dan ketiga rekannya turun menyelamatkan diri. Itu pun setelah mendapat instruksi dari kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta sebagai atasan mereka. ”Kami menyingkir hanya satu jam, setelah itu naik lagi untuk kembali bertugas,” kata Triyono.
Kecemasan keluarga atas nasibnya sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Pasalnya, sejak berstatus Siaga pada 21 Oktober lalu, petugas PGM yang biasa berjaga bergiliran diharuskan berdinas penuh, tinggal di pos.
Tugas penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat inilah yang dianggap Yulianto—satu dari tujuh petugas pengamatan di Pos Babadan, Magelang, Jawa Tengah,—sebagai amanah yang harus dijalankannya sebagai petugas pos pengamatan.
Pos Pengamatan Babadan berjarak 3 km dari perkampungan terdekat di Desa Krinjing, Kabupaten Magelang, dan ”tetangga” terdekat pos hanyalah lahan pertanian warga dan semak-semak.
Namun, Yulianto mengaku tidak kesepian. Dia juga tidak pernah mengeluh atau membandingkan antara besaran gaji dan risiko pekerjaannya yang cukup berbahaya jika terkena awan panas Gunung Merapi.
Saat Merapi ”tenang”, bukan berarti pekerjaan meringan. Petugas PGM harus selalu menajamkan mata mengamati Merapi, baik dari dalam pos dengan teropong maupun dari atas menara. Meleng sedikit, apalagi tertidur saat jaga bisa berakibat fatal.
Zaman Belanda
Petugas PGM mengemban tugas sebagai garda terdepan pengamatan visual Merapi, salah satu dari dua metode pemantauan aktivitas Merapi yang dilakukan BPPTK. Metode lainnya adalah pengamatan instrumental dengan peralatan canggih.
Pengamatan langsung Gunung Merapi merupakan metode paling sederhana dan telah digunakan sejak awal pemantauan gunung berapi teraktif di dunia itu pada masa kolonial Belanda abad ke-19.
Kala itu, karena belum ada peralatan monitoring canggih, menjadikan petugas PGM sebagai satu-satunya andalan untuk mendapatkan informasi secara mendetail seputar aktivitas Merapi. Telinga, mata, dan penciuman para petugas PGM menjadi alat utama untuk mendeteksi berbagai gejala Merapi, khususnya yang mengarah pada bahaya erupsi.
Selain PGM Kaliurang, Badan Geologi juga mendirikan empat pos lain, mengelilingi Merapi, yakni di Jrakah, Ngepos, dan Babadan di wilayah Magelang, serta Selo di Boyolali.
Setiap pos dijaga dua petugas, kecuali pos Babadan yang beranggotakan tiga orang. Saat krisis seperti sekarang, petugas ditambah 1-2 orang dari pos pengamatan gunung berapi lain. Jarak setiap pos dengan puncak Merapi bervariasi, dari yang terdekat 4,5 km (Babadan) dan terjauh 12 km (Ngepos).
Selain para petugas PGM, pemantauan aktivitas Merapi juga dilakukan warga biasa yang tergabung dalam komunitas radio yang tersebar di lereng-lereng Merapi. Salah satunya adalah komunitas Balerante yang bermarkas di Dusun Gondang, Kelurahan Balerante, Klaten. Anggota komunitas Balerante yang lebih dari 1.000 orang terdiri dari warga, relawan, aparat keamanan, dan wartawan. Setiap hari, selama Merapi aktif, mereka terus mengabarkan situasi Merapi dari markasnya di Balerante, yang jaraknya hanya 4 km.
Ribuan orang, termasuk Keraton Yogyakarta, diam-diam mendengarkan live streaming di situs www.merapi.combine.or.id. Manager Bidang Media dan Pengetahuan Yayasan Combine Resource, Yossy Suparyo, mengatakan, mereka menyediakan server untuk menyatukan radio komunitas lereng Merapi. Inisiatif para relawan yang tergabung dalam Jalinan Informasi (Jalin) Merapi membuat jangkauan radio komunitas Balerante yang berdasarkan aturan hanya 2,5 km menjadi tak terbatas.
Saking banyaknya orang yang mengakses live streaming posko Balerante 149.07, kapasitas server Jalin Merapi harus ditambah.
source: m.kompas.com
Selasa, 02 November 2010
Hot chocolate dan hujan (part II)
Seperti biasa, hujan dan hot chocolate menemani saya lagi malam ini, hanya yang berbeda dari edisi sebelumnya adalah…. Ya, pertama lokasi berbeda, dan yang kedua, kali ini saya ditemani oleh adik saya…
Sementara adik saya sedang sibuk entah apa, saya, ya seperti biasa…. Suasana yang begitu hening, dingin, yang nyaman ini kembali memunculkan satu misteri dalam pikiran saya…. Satu situasi dimana munculnya satu rasa yang telah saya bahas di note sebelumnya….
Everyday, every I wake up… I got something command in my mind… suatu perintah, suatu ingatan misterius…. Ingatan tentang dirinya….eiittttssssssss!
Haha… terlalu lebay kali ya kalo ditulis disini juga tentang itu… oke deh, malah jadi curcol ntar….hahahahhaa
Oh iya, memang saya akui, satu hal yang jelas adalah sampai saat ini saya memang masih tetap berada dijalan ini, jalan dimana yang saya lalui atas perintah dari hati dan persetujuan pikiran saya.
Wii… sulit memang, ya tau kan? Yang jelas terutama masalah jarak, dan faktor perbedaan kegiatan antara saya disini dan dia disana, dan yang paling sangat berpengaruh adalah karena perbedaan waktu…hufftt
Paling klimaksnya memang di masalah waktu, ya contoh kecilnya, saya bangun pagi, dia baru mau tidur, saya udah malem, waktunya santai,, dia lagi jam2 sibuknya tuh…hhu sulit juga, tapi buat saya, karena niat saya yang tulus, bagi saya itu memang bukan masalah besar, justru aneka faktor itu ya saya anggap sebagai tantangannya aja… yang membuat semuanya jadi lebih berwarna dan ga “biasa” menurut saya…hahahaa
Ditambah lagi malam ini, selagi hujan.. ya fenomena dunia komunikasi lah…pending! Haha
Coba ga pending, saya yakin, insyaallah bisa lancar… ya ngobrol dikit lah…hehehe
Ga tau juga sih apa ini memang karena factor sinyal, ato memang bbnya lagi off kali ya?
Yah… itulah rintangan… kalo saya sadari… sebenarnya ya memang dimanapun, apapun itu rintangannya… apapun yang terjadi, semua kembali kepada kita… sanggup ga kita buat memperjuangkannya? Kalo kita merasa kita memang sanggup, ya perjuangkan terus… betul ga?hahaha
Guys, Ibaratnya….”Sekuat-kuatnya setebal-tebalnya tembok benteng kan kalo diserang terus menerus akan hancur juga kan..” seberat apapun rintangannya, kalo kita kuat dan bertahan, pasti bisa dilewati kan?
Haha… keep fight guys! Fight for your dreams! Fight for your love! Make people proud!:D
that's me ......
- Antonio Ilyus
- hanya orang biasa yang menjalani hidup seperti orang biasa. namun terus mencoba untuk jadi Luar Biasa :D
Antonio Ilyus'wrote.....
follow @antonioilyus on twitter
@palembang. May 2010 :D
w/ TARUNA homeless crew :D
w/ bibof. Yang's birthday :'D
