Selasa, 09 November 2010
Jumat, 05 November 2010
TRUE HEROES
KOMPAS.com — Para petugas Pengamatan Gunung Merapi di saat bahaya erupsi ibaratnya seperti kapten sebuah kapal yang sedang tenggelam. Meski tahu tak ada yang bisa dicegah, para petugas itu pantang turun hingga detik terakhir. Bahkan, mereka tidak turun gunung sama sekali.
Ancaman awan panas bersuhu 600 derajat celsius dengan kecepatan sekitar 200 kilometer (km) per jam yang sewaktu-waktu bisa menerjang ke arah mereka seolah tak dihiraukan. Tentu, jika itu terjadi, dipastikan akan sangat sedikit waktu untuk mengelak.
”Kalau dibilang takut sih, ya jelas takut. Tetapi, kalau saya takut, bagaimana tugas memantau ini? Bekal saya cuma doa dan pasrah,” ujar Triyono (44), salah satu petugas di Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (1/11/2010).
Bapak tiga anak ini telah bertugas selama 20 tahun di pos yang hanya berjarak sekitar 7 km dari puncak Merapi itu. Sebagai gambaran, instansi berwenang menetapkan radius bahaya primer Merapi minimal 10 km dari puncak.
Tanggal 26 Oktober, kondisi Pos PGM Kaliurang sangat mencekam, seperti daerah sekitar Merapi lainnya. Suasana gelap menjelang malam itu dikejutkan dengan beberapa kali gemuruh dan letusan keras dari puncak yang diikuti gelombang awan panas yang bergulung-gulung ke arah selatan, tak jauh dari tempat Triyono bertugas.
Triyono tetap tenang dan menjalankan tugasnya mengengkol sirene zaman Belanda selama 2 jam untuk memperingatkan warga. Triyono juga tetap melaporkan pengamatan visualnya kepada kantor pusat selama proses erupsi berlangsung.
Setelah erupsi berjalan sekitar 3 jam, barulah ia dan ketiga rekannya turun menyelamatkan diri. Itu pun setelah mendapat instruksi dari kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta sebagai atasan mereka. ”Kami menyingkir hanya satu jam, setelah itu naik lagi untuk kembali bertugas,” kata Triyono.
Kecemasan keluarga atas nasibnya sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Pasalnya, sejak berstatus Siaga pada 21 Oktober lalu, petugas PGM yang biasa berjaga bergiliran diharuskan berdinas penuh, tinggal di pos.
Tugas penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat inilah yang dianggap Yulianto—satu dari tujuh petugas pengamatan di Pos Babadan, Magelang, Jawa Tengah,—sebagai amanah yang harus dijalankannya sebagai petugas pos pengamatan.
Pos Pengamatan Babadan berjarak 3 km dari perkampungan terdekat di Desa Krinjing, Kabupaten Magelang, dan ”tetangga” terdekat pos hanyalah lahan pertanian warga dan semak-semak.
Namun, Yulianto mengaku tidak kesepian. Dia juga tidak pernah mengeluh atau membandingkan antara besaran gaji dan risiko pekerjaannya yang cukup berbahaya jika terkena awan panas Gunung Merapi.
Saat Merapi ”tenang”, bukan berarti pekerjaan meringan. Petugas PGM harus selalu menajamkan mata mengamati Merapi, baik dari dalam pos dengan teropong maupun dari atas menara. Meleng sedikit, apalagi tertidur saat jaga bisa berakibat fatal.
Zaman Belanda
Petugas PGM mengemban tugas sebagai garda terdepan pengamatan visual Merapi, salah satu dari dua metode pemantauan aktivitas Merapi yang dilakukan BPPTK. Metode lainnya adalah pengamatan instrumental dengan peralatan canggih.
Pengamatan langsung Gunung Merapi merupakan metode paling sederhana dan telah digunakan sejak awal pemantauan gunung berapi teraktif di dunia itu pada masa kolonial Belanda abad ke-19.
Kala itu, karena belum ada peralatan monitoring canggih, menjadikan petugas PGM sebagai satu-satunya andalan untuk mendapatkan informasi secara mendetail seputar aktivitas Merapi. Telinga, mata, dan penciuman para petugas PGM menjadi alat utama untuk mendeteksi berbagai gejala Merapi, khususnya yang mengarah pada bahaya erupsi.
Selain PGM Kaliurang, Badan Geologi juga mendirikan empat pos lain, mengelilingi Merapi, yakni di Jrakah, Ngepos, dan Babadan di wilayah Magelang, serta Selo di Boyolali.
Setiap pos dijaga dua petugas, kecuali pos Babadan yang beranggotakan tiga orang. Saat krisis seperti sekarang, petugas ditambah 1-2 orang dari pos pengamatan gunung berapi lain. Jarak setiap pos dengan puncak Merapi bervariasi, dari yang terdekat 4,5 km (Babadan) dan terjauh 12 km (Ngepos).
Selain para petugas PGM, pemantauan aktivitas Merapi juga dilakukan warga biasa yang tergabung dalam komunitas radio yang tersebar di lereng-lereng Merapi. Salah satunya adalah komunitas Balerante yang bermarkas di Dusun Gondang, Kelurahan Balerante, Klaten. Anggota komunitas Balerante yang lebih dari 1.000 orang terdiri dari warga, relawan, aparat keamanan, dan wartawan. Setiap hari, selama Merapi aktif, mereka terus mengabarkan situasi Merapi dari markasnya di Balerante, yang jaraknya hanya 4 km.
Ribuan orang, termasuk Keraton Yogyakarta, diam-diam mendengarkan live streaming di situs www.merapi.combine.or.id. Manager Bidang Media dan Pengetahuan Yayasan Combine Resource, Yossy Suparyo, mengatakan, mereka menyediakan server untuk menyatukan radio komunitas lereng Merapi. Inisiatif para relawan yang tergabung dalam Jalinan Informasi (Jalin) Merapi membuat jangkauan radio komunitas Balerante yang berdasarkan aturan hanya 2,5 km menjadi tak terbatas.
Saking banyaknya orang yang mengakses live streaming posko Balerante 149.07, kapasitas server Jalin Merapi harus ditambah.
source: m.kompas.com
Selasa, 02 November 2010
Hot chocolate dan hujan (part II)
Seperti biasa, hujan dan hot chocolate menemani saya lagi malam ini, hanya yang berbeda dari edisi sebelumnya adalah…. Ya, pertama lokasi berbeda, dan yang kedua, kali ini saya ditemani oleh adik saya…
Sementara adik saya sedang sibuk entah apa, saya, ya seperti biasa…. Suasana yang begitu hening, dingin, yang nyaman ini kembali memunculkan satu misteri dalam pikiran saya…. Satu situasi dimana munculnya satu rasa yang telah saya bahas di note sebelumnya….
Everyday, every I wake up… I got something command in my mind… suatu perintah, suatu ingatan misterius…. Ingatan tentang dirinya….eiittttssssssss!
Haha… terlalu lebay kali ya kalo ditulis disini juga tentang itu… oke deh, malah jadi curcol ntar….hahahahhaa
Oh iya, memang saya akui, satu hal yang jelas adalah sampai saat ini saya memang masih tetap berada dijalan ini, jalan dimana yang saya lalui atas perintah dari hati dan persetujuan pikiran saya.
Wii… sulit memang, ya tau kan? Yang jelas terutama masalah jarak, dan faktor perbedaan kegiatan antara saya disini dan dia disana, dan yang paling sangat berpengaruh adalah karena perbedaan waktu…hufftt
Paling klimaksnya memang di masalah waktu, ya contoh kecilnya, saya bangun pagi, dia baru mau tidur, saya udah malem, waktunya santai,, dia lagi jam2 sibuknya tuh…hhu sulit juga, tapi buat saya, karena niat saya yang tulus, bagi saya itu memang bukan masalah besar, justru aneka faktor itu ya saya anggap sebagai tantangannya aja… yang membuat semuanya jadi lebih berwarna dan ga “biasa” menurut saya…hahahaa
Ditambah lagi malam ini, selagi hujan.. ya fenomena dunia komunikasi lah…pending! Haha
Coba ga pending, saya yakin, insyaallah bisa lancar… ya ngobrol dikit lah…hehehe
Ga tau juga sih apa ini memang karena factor sinyal, ato memang bbnya lagi off kali ya?
Yah… itulah rintangan… kalo saya sadari… sebenarnya ya memang dimanapun, apapun itu rintangannya… apapun yang terjadi, semua kembali kepada kita… sanggup ga kita buat memperjuangkannya? Kalo kita merasa kita memang sanggup, ya perjuangkan terus… betul ga?hahaha
Guys, Ibaratnya….”Sekuat-kuatnya setebal-tebalnya tembok benteng kan kalo diserang terus menerus akan hancur juga kan..” seberat apapun rintangannya, kalo kita kuat dan bertahan, pasti bisa dilewati kan?
Haha… keep fight guys! Fight for your dreams! Fight for your love! Make people proud!:D
Rabu, 27 Oktober 2010
Merapi dan tsunami mentawai
Dua bencana alam yang terjadi dalam satu hari ini…
Ya kalo dipikir2… ga disangka juga ya….. astaga….
Ngelihat apa yang terjadi hari ini, sepintas saya teringat kepada sebuah film yang beberapa waktu lalu, saya menontonnya di bioskop dengan sohib saya.. waktu baru2 keluar filmnya… yaitu film KNOWING..
Pasti kalian udah pada tahu kan film itu? Ga mungkin ada yang belum nonton…hehe pemeran utamanya itu dimainkan oleh Nicholas Cage, ceritanya adalah yang saya inget kalo beberapa bencana alam terjadi didepan matanya waktu itu… yang paling saya inget adalah ketika dia sedang di jalan tol tiba2 beberapa puluh meter didepannya sebuah pesawat komersial jatuh dan menghantam tanah… ratusan orang yang masih hidup keluar dari pesawat itu dalam keadaan yang sangat memprihatinkan,, dan lain2..
Ya walaupun cerita akhirnya yang2 anak kecil “yang terpilih” itu dibawa oleh pesawat seperti UFO oleh mahluk cahaya gila yang entah dari mana mendatangi dan membawa anak kecil itu naik ke pesawatnya, bagian cerita itu yang menurut saya paling geje dan paling fiksi banget… dan setelah itu si Nicholas cage pulang kerumah orang tuanya dengan wajah senyum pasrah, dan masuk kedalam rumah, dan ada bapak, ibu dan adeknya sedang berpelukan… dan duniapun ceritanya hancur…
Kog jadi ngebahas filmnya ya? Hehe yaudah mari kita kembali ke topic awal…
Oke, nah maksud saya tadi, bagian di film itulah apalagi pas bagian terakhirnya yang mereka berpelukan satu keluarga…. seolah olah mereka udah mengetahui bahwa, inilah kesempatan terakhir mereka untuk saling memeluk dan menyayangi satu sama lain.. inilah kesempatan terakhir mereka untuk bersama, inilah kesempatan dimana mereka bisa membuktikan kasih sayang mereka untuk terakhir kalinya… kepada orang yang mereka benar benar mereka sayangi… dan pertanyaan terakhir yang ada dalam benak mereka adalah : apa mereka bisa bertemu lagi satu sama lain setelah “Ini”??
Gila juga, saya membayangkan, hari ini mungkin 30% penduduk Indonesia mengalami hal itu, ketika tsunami dating, atau pas mau mulai2 gunung merapi meletus….fiuuhh….
Gak habis pikir, ya itulah hidup hari esok adalah misteri… kita diturunkan oleh Allah SWT ke dunia ini untuk melakukan yang terbaik, untuk saling menyayangi dan mengasihi sesama ciptaanNya… dan untuk beribadah kepadaNya… dan hanya Tuhan yang tahu kapan masa kita untuk melakukan yang terbaik di muka bumi ini habis… kapan tugas kita di dunia ini selesai, sehingga kita diharuskan untuk menghadap lagi kepadaNya….
Teringat juga sedikit quote dari dosen saya “kita harus siap mati, kapanpun dan dimanapun…’’ wew.. sedikit kalimat, yang apabila dipikirkan panjang…dalem
Ya, jalan terbaik memang adalah melakukan yang terbaik, melakukan apa yang seharusnya dilakukan aja… menikmati, dan mensyukuri anugrahNya… apapun itu… karena, ya memang kita harus menyadari, bahwa suatu saat kita akan kembali kepadaNya…. Dan untuk waktunya.. hanya Tuhan yang tahu…. Only God Knows…
“woi, ngapain loe sebenernya pake sok2an ngomongin mati segala dimari?? Apa mentang2 lagi ada bencana kayak gini, pake ngomongin mati, ya memang ada benernya juga… tapi ya percuma.. orang ngebaca, ya terus ya sudah paling cuman ngomong ‘ooh’ ato blab la bla ya selanjutnya loe tau sendiri kan? langsung close tab paling…ato kalo loe pasang difb juga paling banter cuma di like udah sebentar juga dijamin dah pada lupa-______-“
Ya memang… saya udah tahu hal itu sejak awal… tapi, ya namanya juga kan berbagi… saya Cuma mengungkapkan apa yang ada didalam pikiran saya… apa yang terpikirkan oleh saya malam ini…
Inti dari semua ini, kalo menurut saya….Persiapkan segalanya,akhlak, iman supaya matinya keren…mati bersih dari dosa, gak mati konyol dan terlupakan..:D hahahaha
Jumat, 22 Oktober 2010
Happiness
Mungkin memang benar, ga semua orang bisa merasakan kebahagiaan, dan yang saya pertanyakan, KEBAHAGIAAN itu apa?
Apa kebahagiaan itu adalah nama dari suatu benda yang berwujud?
Atau kebahagiaan itu seperti udara? Tidak terwujud, tidak berbentuk?
Apa rasa dari kebahagiaan??
Apa manis?
Apa asem?
Apa pahit?
Apa tidak berasa?
Ya. Mungkin memang benar, setiap orang memiliki bentuk kebahagiaan yang berbeda-beda….. jadi beribu deskripsi nyata tentang wujud dari kebahagiaan setiap orang bisa bermacam-macam…
Saya yakin, banyak orang yang memimpikan MATERI sebagai bentuk kebahagiaan yang mereka harapkan, sebagai tumpuan kebahagiaan yang mereka inginkan. Dan banyak juga yang mengharapkan CINTA dan Kasih Sayang sebagai bentuk kebahagiaan yang diharapkan….
Saya sendiri berpendapat bahwa, KEBAHAGIAAN itu sebenarnya adalah sesuatu yang GAK PERNAH ADA, kenapa? Karena kebahagiaan menurut saya itu bukanlah benda, yang bisa dibeli dengan materi, yang bisa dilihat dengan mata, yang bisa didengar dengan telinga, yang bisa dirasakan baunya oleh hidung, yang bisa dirasa oleh lidah, yang bisa diraba…. Tapi, KEBAHAGIAAN adalah suatu bentuk situasi dimana ketika hati dan pikiran kita BERSYUKUR kepada Sang Pencipta, apapun, dimanapun, kapanpun…baru kita merasakan adanya apa yang disebut KEBAHAGIAAN.
Ya, saya tahu, dan saya akui, memang sangat manusiawi apabila kita ga selalu bisa menerima apapun yang terjadi, kadang kita merasa kalo mungkin kita adalah manusia paling menderita di muka bumi ini, dimana kita menyerah, dimana selanjutnya apa yang kita inginkan pada akhirnya hanya menjadi sebuah mimpi dan harapan kosong belaka….
tapi, apa kalian tahu? Coba kita pikirkan, apa yang sekarang ada pada kita? Apa yang sekarang sedang terjadi pada kalian? Man, sadar ga? kebahagiaan itu bukan DICARI, tapi DIBUAT! Kebahagiaan akan muncul dimanapun kita mau, kapanpun kita mau, apabila hati dan pikiran kita sudah berusaha semaksimal mungkin MENIKMATI, dan MENSYUKURI apapun yang kita miliki, apapun yang kita alami, walau memang mungkin kadang kenyataan ga selalu seperti yang kita harapkan, kenyataan yang kadang pahit, baik itu tentang persoalan hidup, percintaan, dll….
Lalu, seperti apa deskripsi KEBAHAGIAAN itu menurut kalian??
Kamis, 21 Oktober 2010
Hot Chocolate dan Hujan
Pagi ini saya mulai dengan berencana akan mengantar nyokap ke rs. Borromeus buat check ke dokter internistnya karena beliau mau cabut gigi geraham belakangnya yang telah retak namun atas saran dari dokter bedah mulutnya, harus seizing dokter internistnya dulu..
Rencana 1 batal, karena pada pukul jam 8 pagi, ada telpon dari pihak rumah sakit yang berkata bahwa Dr. Mukta sedang cuti hingga tanggal 23 sabtu besok, sehingga diundur senin…
Oh iya, tadinya memang saya ada jam kuliah kewirausahaan pagi ini dari jam 07.00 hingga jam 8.40. dan berhubung bertepatan dosennya ga ada, jadi sayapun berencana untuk mengantar nyokap aja.
Okay, sekitar jam 9.30 saya mendapatkan kabar lewat BBm dari sahabat saya yang berkata bahwa sekarang jam 10an ada jadwal masuk mata kuliah praktek computer akuntansi, yang dimana mata kuliah tsb baru kali pertamanya masuk semejak awal semester 5 ini.
Dan saya pergi kekampus, sekitar jam 10an saya tiba dikampus dan ketika akan masuk, ternyata kelasnya udah penuh sehingga terpaksa ambil jam keduanya nanti jam 3.30 sore…
Okay dan saya menunggu hingga siang karena memang ndari jam 1 ada jadwal matakul Sistem Informasi Management, beres dari matakuliah ini, saya masuk untuk praktek computer tadi..
Dan, baru beres pun sekitar jam setengah 6 lewat….bbbrrrrrr cape -_____-“
Hari ini cuaca memang lumayan ekstrim, siang sangat panas namun setelah masuk sore hujan pun turun…omaigat!
Setelah shalat maghrib di pom bensin saya memutuskan untuk pergi ke tempat nongkrong favorit saya di daerah dago, memang dekat dari kampus saya mungkin sekitar kurang lebih 10 menitan kesini…hehe
Sampai disini saya duduk,saya membuka laptop, dan saya memesan Hot Chocolate, karena memang ini minuman favorit saya, apalagi dikala hujan turun seperti ini, mungkin memang hal biasa ya, namun entah mengapa, saya sangat menikmati moment2 seperti ini, dan akhir2 inipun, saya kadang suka hujan2an (kalo ga gede2 amat juga tapi….hehehe)
Hot chocolate dan hujan, memang bukan sesuatu hal yang special yah mungkin menurut saudara2 semua…haha tapi, ad 1 hal aneh yang saya rasakan, satu rasa yang aneh dari dalam diri saya, rasa dimana saya bisa mengungkapkan rasa, rasa yang masih belum teridentifikasi oleh saya, dan rasa itu adalah RINDU.
“rindu”?? dengan siapa? Jika anda memberikan pertanyaan itu kepada saya, saya ga tahu akan berkata apa, karena seperti yang saya bilang tadi, semua belum TERIDENTIFIKASI apa, yang ada didalam hati saya……
Tapi, beribu kata dan kalimat yang akan saya ungkapkan, inti sebenarnya adalah saya merindukan seseorang yang jauh disana, seseorang yang baru sekali saya temui, seseorang yang bagi saya dia bukan orang biasa, dan, seseorang yang membuat saya bertanya2 apakah dia juga merasakan hal yang sama?
Ga tau tuh….ahahahahhahahaaa
Chocolate hangat, dan Hujan ini, perlahan membawa saya kepada situasi yang dimana memberi petunjuk kepada pikiran saya tentang apa yang hati saya inginkan, memang susah untuk berkata, memang sulit untuk berjumpa, jarak 12000 kilometer bukan jarak yang dekat bukan?
Sangat pas ketika saya mendengarkan sebuah lagu dari playlist saya di penggalan lirik intronya…
Lirik lagu dari band The Roots – Dear God
“Dear God, I’m trying hard to reach you
Dear God, I see your faces In all I do…
Sometimes, its soo hard to believe it
But God, I know you have your reason….”
Ga ada yang aneh kan? Tapi jujur, jika saya menyanyikan penggalan lirik itu, lirik “Dear God” di bait pertama dan kedua, saya selalu menggantinya dengan menyebut namanya…. Nama panggilannya yang terdiri dari dua huruf vokal dan satu huruf “m” di awal namanya… dan itu adalah nama panggilannya….
Hipotesa Mahasiswa Misterius Yang Berhasil Mematahkan Jawaban Profesor
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan”.
“Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”.
“Tentu saja,” jawab si Profesor,
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak.
Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak.
Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.
Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam.
ini dia mahasiswa tersebut:
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein .
source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5628076
Kamis, 14 Oktober 2010
kepikiran terus sama kata-kata ini...
i may never understand why
i may never prove What i know to be true
but i know i still have to try....
that's me ......
- Antonio Ilyus
- hanya orang biasa yang menjalani hidup seperti orang biasa. namun terus mencoba untuk jadi Luar Biasa :D
Antonio Ilyus'wrote.....
follow @antonioilyus on twitter
@palembang. May 2010 :D
w/ TARUNA homeless crew :D
w/ bibof. Yang's birthday :'D
